October 31, 2009

Peranan Telekomunikasi dalam Efektifitas Komunikasi

   Dalam kehidupan, manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa, sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.

    Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. Komunikasi nonverbal sendiri merupakan suatu proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.

Komponen komunikasi
    Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
• Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
• Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
• Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
• Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
• Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
• Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol")

Proses komunikasi
Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut.
1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
Media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan
1. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
2. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.

Dalam berkomuniksai terdapat pula hambatan-hambatan atau batasan dalam komunikasi, seperti:
1. Bahasa
2. Penundaan waktu
3. Politik

Metode dan teknik komunikasi
Dalam hal penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan banyak cara atau metode yang dapat ditempuh, hal ini tergantung pada macam-macam tingkat pengetahuan,pendidikan, social budaya dan latar belakang dari komunikan sehingga komunikator harus dapat melihat metode atau cara apa yang akan dipakai supaya pesan yang disampaikan mengenai sasaran. 

Metode atau cara tersebut antara lain;
a. Komunikasi satu Tahap
Komunikator mengirimkan pesan langsung kepada komunikan sehingga timbul kemungkinan terjadi proses komunikasi satu arah.

b. Komunikasi Dua Tahap
Komunikator dalam menyampaikan pesannya tidak langsung kepada komunikan, tetapi melalui orang-orang tertentu dan kemudian mereka ini meneruskan pesan kepada komunikan.

c. Komunikasi Banyak Tahap
Dalam menyampaikan pesan, komunikator melakukan dengan cara-cara lain, tidak selalu mempergunakan komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah akan tetapi dengan cara lain, yakni dengan melalui berbagai tahap.

Teknik Komunikasi
Agar proses komunikasi dapat mencapai sasarannya, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut;
a. Perlu adanya ide yang jelas sbelum berkomunikasi
b. Periksa tujuan komunikasi
c. Periksa lingkungan fisik dan manusia sebelum berkomunikasi
d. Dalam berkomunikasi pertimbangkan isi dan nada suara
e. Dalam merencanakan komunikasi, berkonsultasilah kepada pihak lain agar memperoleh dukungan
f. Komunikasikanlah hal-hal yang berharga saja
g. Komunikasi yang efektif perlu tindak lanjut
h. Komunikasikan pesan-pesan secara singkat
i. Tindakan komunikator harus sesuai sengan yang dikomunikasikan
j. Jadilah pendengar yang baik

Contoh Organisasi yang Berorientasi non Insentif

Baitul Maal Daar El-Hikmah

Dalam rangka mengisi bulan suci ramadhan dengan berbagai kegiatan sekaligus menyambut hari Raya Idul Fitri 1430 H, pengurus Baitul Maal Daar El-Hikmah di jalan setiabudi no.34 kelurahan Rancamana – BANDUNG telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang diperuntukkan bagi para anak yatim/yatim piatu dan dhuafa.
Berkat partisipasi serta bantuan Bapak/Ibu/saudara dan para Donatur untuk menyisihkan rizkinya dalam bentuk Zakat/Infak/shodaqoh terkumpul dana senilai Rp. 36.700.000 (tiga puluh enam juta tujuh ratus ribu rupiah) yang telah kami salurkan kepada para anak yatim/yatim piatu dan dhuafa dalam bentuk pemberian sembako dan santunan tunai.
Sebuah realita yang tidak dapat dipungkiri bersama terpampang dihadapan kita,bahwa kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di lingkungan/wilayah kita memiliki ketimpangan di antara sebagian masyarakat dengan sebagian lainnya. Beberapa kelompok masyarakat memiliki kekayaan yang luar biasa banyak,sedangkan beberapa kelompok lainnya mengalami kesulitan ekonomi yang serius,bahkan dalam memenuhi kebutuhan pokok kesehariannya.
Alhamdulillah,atas izin allah swt, Baitul Maal Daar El-Hikmah hadir di tengah –tengah ummat sebagai wadah penghimpun dan pendistribusian Zakat, Infak dan shodaqoh, sekaligus solusi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat demi kemaslahatan ummat. Khusus untuk setiap bulan Ramadhan program tersebut dilaksanakan dengan skala yang lebih besar dan dengan materi pembinaan yang lebih variatif.
Beberapa program Baitul Maal Daar El-Hikmah telah difungsikan dan dijalankan. Salah satu diantaranya adalah menyalurkan zakat/infaq/shodaqoh dari jama’ah (Muzakki) melalui pemberian sembako dan santunan tunai kepada para anak yatim/yatim piatu yang berjumlah 62 Orang (data juli 2009) dan dhuafa sebanyak 57 (data juli 2009) orang yang berdomosili diwilayah lingkungan Baitul Maal Daar El-Hikmah dan dilaksanakan secara berkala pada saat pelaksanaan pengajian bulanan,ta’lim dan Dzikir Daar El-Hikmah.

Proyeksi Kebutuhan Kegiatan
URAIAN SATUAN JUMLAH UNIT HARGA SATUAN TOTAL HARGA
1. SANTUNAN SEMBAKO
Minyak Goreng Kg 119 Rp. 10.000 Rp. 1.190.000
Gula Pasir Kg 119 Rp. 9.000 Rp. 1.071.000
Kacang Tanah Kg 119 Rp.18.000 Rp. 2.142.000
Beras Liter 380 Rp. 5.000 Rp. 1.904.000
Kecap Refil 119 Rp. 12.000 Rp. 1.428.000
Sirop Botol 119 Rp. 12.000 Rp. 1.428.000
Astor Kaleng 119 Rp. 15.000 Rp. 1.758.000
Susu Kaleng 119 Rp. 8.000 Rp. 952.000
Rp. 11.900.000

2. SANTUNAN TUNAI Jiwa 119 Rp. 200.000 Rp. 23.800.000
3. PENCERAMAH Kali 1 Rp. 300.000 Rp. 300.000
4. Lain-Lain Rp. 700.000
TOTAL Rp. 36.700.000

ANGGARAN KEGIATAN
Seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan 1430 H. untuk para yatim/yatim piatu dan dhuafa membutuhkan dana, sebagai berikut :
1. Berbuka puasa bersama Infaq
2. Transportasi Penceramah Rp. 300.000
3. Santunan Lebaran
a. Yatim/Yatim Piatu Rp. 300.000 x 62 Rp. 18.600.000
b. Dhuafa Rp. 300.000 x 57 Rp. 17.100.000
Total Anggaran Kegiatan Rp. 36.000.000

4. Lain-lain Rp. 700.000
Total Keseluruhan Rp. 36.700.000

Susunan Panitia Kegiatan
Penanggung Jawab : Ketua Baitul Maal Daar El-Hikmah
Ust. Jafar Abdillah
Ketua : Yayan Purnomo
Sekretaris : Ariansyah
Bendahara : Bagus Herdiansyah,SE
Penghimpun dana : 1. Arie setiawan
2. Suhadie
3. Wahyu Ardiansyah
Sie kegiatan : Baitul Maal Daar El-Hikmah
BENTUK KEGIATAN DAN WAKTU PELAKSANAAN
Mengingat ramadhan merupakan moment khusus/special bagi kaum muslimin,maka kami mengagendakan beberapa kegiatan bagi para anak yatim/yatim piatu dan dhuafa, diantaranya :
1. Pembinaan dan berbuka puasa bersama 5 September 2009
2. Pelaksanaan Pesantren Kilat(Sanlat) 7 & 8 September 2009
3. Pemberian santunan menjelang Idul Fitri 1430 H, 19 September 2009
(berupa sembako dan uang tunai )